Kamis, 03 Juni 2010

SIKAP MANUSIA KETIKA DIUJI OLEH ALLAH

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata : "Tuhanku telah memuliakannu". Adapun bila Tuahnnya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata : "Tuhanku menghinakanku". (Q.S Al Fajr [89]:15-16)".

Jumat, 21 Mei 2010

IHWAL AWAN


Tidakkah kamu melihat (bagaimana) Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kamu melihat hujan ke luar dari celah-celahnya (awan). Allah juga menurunkan (butiran-butiran) es bermula dari langit (yaitu gumpalan-gum gunung-gunung, maka ditimpakannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkannya dari siapa yan dikehendaki-Nya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan pengihatan (QS An-Nur [24]:43).”

Ayat ini berbicara tentang awan dan proses terjadinya hujan. Hal-hal yang diinformasikan oleh ayat tersebut adalah :

Proses turunnya hujan di mulai dari pembentukan awan tebal karena adanya dorongan langit sedikit demi sedikit. Para ilmuwan menjelaskan bahwa awan tebal bermula dari dorongan angin yang menggiring kawanan awan kecil menuju ke cconvergence zone (daerah pusat pertemuan [awan]).

Pergerakan bagian-bagian awan ini menyebabkan bertambahnya jumlah uap air dalam perjalanannya terutama di sekitar convergence zone itu. (Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarak awan). Awan yang dimaksud di sini adalah awan tebal, karena seperti diketahui oleh ilmuwan masa kini bahwa awan bermacam-macam. Al-Quran juga mengisyaratkan bahwa ada awan yang tidak membawa hujan :

"Ketika mereka melihat awan menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan.” (Bukan tetapi itulah siksa yang kamu minta segera kedatangannya, angin yang mengandung asap yang pedih (QS Al-Ahqaf [46]:24)".